Jogja International Street Performance 2014

Pada tahun ini, Jogja International Street Performance akan kembali digelar pada tanggal 27-29 September 2014. Perhelatan seni tari yang dirancang oleh Dinas Pariwisata DIY dan para seniman ini telah memasuki tahun ke-lima penyelenggaraannya sejak pertama kali digelar pada tahun 2010. Yang menarik dari penyelenggaraan JISP tahun ini dari tahun-tahun sebelumnya adalah pertunjukan-petunjukan tari yang disuguhkan tidak hanya berlangsung di gedung pertunjukan (Dance on Stage) namun juga di ruang-ruang publik (Dance on Public) sehingga masyarakat umum memperoleh kemudahan dalam mengaksesnya. Ide untuk mendekatkan pertunjukan seni terutama pergelaran tari kepada masyarakat di ruang publik ini tercermin dari tema JISP : “ Jogja the Dancing City#2 ”.

Sungguh tidak berlebihan untuk menyebut Jogja sebagai the Dancing City, Yogyakarta sebagai kota tari, mengingat reputasi kota ini dimana dinamika kreatifitas serta pengkajian seni termasuk seni tari berkembang dengan pesat. Tari sebagai satu bentuk kesenian yang penting telah diajarkan di berbagai institusi pendidikan, mulai dari tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Disamping itu, berbagai macam studio tari, padepokan, dan komunitas tari sangat mudah ditemukan sebagai wadah informal yang juga menyemarakkan proses kreatifitas tari di Yogyakarta. Kebudayaan Yogyakarta juga tidak dapat dipisahkan dari dua istana di Yogyakarta: Kadipaten Pakualaman dan Keraton Ngayojakarta Hadiningrat sebagai pusat budaya. Peran serta dan dukungan Raja beserta keluarga Keraton sebagai penjaga kebudayaan khususnya tari juga merupakan fakta yang penting yang mendukung pelestarian tari di Yogyakarta.

Selain hanya sebagai pertunjukan seni yang dinikmati, Jogja the Dancing City juga memperlakukan pergelaran tari sebagai salah satu metode untuk memberikan edukasi mengenai kesenian kepada masyarakat umum. Di samping kesadaran bahwa bentuk kreatifitas seni tari di Jogja sangatlah beragam dan berkembang dengan pesat untuk dirayakan, ada keprihatinan bahwa tidak semua masyarakat Yogyakarta telah memiliki budaya mengapresiasi pertunjukan tari yang biasanya di gelar di gedung-gedung pertunjukan yang “berjarak”. Adanya pertunjukan dance on public kemudian dirancang sebagai upaya untuk meminimalisir jarak tersebut. Seniman dengan karyanya kini yang mendekati publik, supaya dapat dinikmati dan diapresiasi sebanyak mungkin orang. Perayaan besar ini akan mempersiapkan Yogyakarta lebih matang sebagai salah satu pusat pengembangan kesenian untuk berpartisipasi dalam Dancing Cities Network yang saat ini telah mencatat 33 kota di seluruh dunia dalam jaringannya.

Pertunjukan Dance on stage JISP akan digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta selama 2 (dua) hari pada tanggal 28-29 September 2014 pada pukul 19.30 WIB setiap harinya. Sedangkan, Dance on public akan digelar di sepanjang jalan Mangkubumi dan Malioboro Yogyakarta pada hari Sabtu tanggal 27 September 2014 dimulai pukul 16.00 – 18.00 WIB. Dilanjutkan acara pembukaan pukul 19.00 WIB di halaman Taman Budaya Yogyakarta. Para penari asing yang berpartisipasi dalam JISP 2014 ini berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Malaysia, Spanyol, Singapura, India, Canada, Philipina, Ukraina dan juga Indonesia sebagai tuan rumah. Peserta dari Indonesia diwakili kehadiran para penari dari Jakarta, Kalimantan, Cirebon, Bandung, Solo dan Yogyakarta.

Owen Baker

Back to top